Al-Quran Adalah Kitab Suci Umat Islam yang Menjadi Pedoman Bagi Manusia

Edukasi

Adapun kesehatan dalam pandangan Islam terbagi menjadi dua aspek. Yakni untuk kesehatan mental / jantung dan kesehatan fisik. Kesehatan mental dan fisik, dari perspektif Islam, tidak dikotomis. Antara jiwa dan raga mereka saling berhubungan. Imam al-Ghazālī mengatakan bahwa hubungan itu seperti kuda dan penunggang kuda. Jiwa adalah penunggang kuda. Dalam buku referensi Islam, kita pasti sudah tahu keagungan dan keistimewaan Al-Quran.

Hal ini relevan dengan hadits yang mengandung bekuan darah (hati / khalbun) pada manusia. Jika sehat, (tubuh) lainnya juga akan sehat.

Konsep ini berimplikasi pada konsep penyakit. Sedangkan penyakit dalam Islam ada dua jenis yaitu penyakit jantung / mental dan penyakit fisik / jasmani dan keduanya saling berkaitan. Hal-hal inilah yang sering penulis sampaikan pada topik Tazkiyatun Nafs seperti Ibn Qayim al-Jauziyah.

Hubungan antara ketenangan jiwa dan raga adalah apabila hati atau jiwa dalam keadaan sehat akan memberikan ketenangan yang akan berpengaruh pada kondisi fisik seseorang. Ternyata dalam penelitian yang menyebutkan bahwa salah satu penyebab penyakit ini adalah stres atau banyaknya pikiran yang membuat jiwa gelisah.

Misalnya, menunjukkan tanda-tanda sakit perut, ingin muntah, gemetar, tangan berkeringat, nyeri dada, dll. Saat jantung gelisah atau takut. Pendekatan ilmiah, kata para ilmuwan modern, adalah aliran adrenalin ke darah atau getaran impuls saraf yang disimpan di otak yang terhubung ke bagian lain dari tubuh atau ke sistem metabolisme manusia. Ini membangkitkan penyakit ini. Istilah medisnya adalah nyeri yang dirasakan nyata, namun penyebab fisiknya tidak diketahui, namun dari gangguan stres psikologis ini disebut “nyeri akibat gangguan psikosomatis”.

Atau dalam jumlah sedang, stres biasanya memengaruhi keadaan psikologis yang memengaruhi suasana hati seseorang dan gangguan metabolisme dalam tubuh yang tidak menimbulkan nafsu makan. Jika seseorang tidak segera tenang, kondisi fisiknya akan semakin memburuk. Kondisi ini cukup membuat seseorang rentan terhadap berbagai penyakit.

Alquran adalah kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman bagi manusia untuk menjalani kehidupan dalam segala aspek. Salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia adalah aspek kesehatan. Begitu pula sunnah yang diajarkan Nabi. Al-Qur’an yang didukung oleh Sunnah telah memberikan penjelasan yang jelas tentang bagaimana mengatur gaya hidup sehat lahir batin.

Adapun “penjelasan terbaik”, hubungan langsung dan praktis antara iman dan kesehatan adalah bahwa kekebalan seseorang dapat ditingkatkan dengan agama yang baik.

Nabi Muhammad ﷺ juga memberikan contoh praktis dalam hal menjaga kesehatan dan kesembuhan dari penyakit. Tema ini populer dengan “Pengobatan Nabi” atau “Ṭibbun Nabawi”. Sepanjang perjalanan peradaban Islam, obat ini berkembang pesat seiring pertemuan komunitas Muslim dengan budaya Yunani, Romawi, dan bahkan India selama Dinasti Muawiyah.

Philip K. Hitti dalam bukunya “History of Arabia” menjelaskan bahwa kesehatan dan pengobatan telah berkembang pesat di dunia Islam dan ilmu kedokteran di dunia ini sangat dipengaruhi oleh penemuan ilmuwan Muslim. Philip K. Hitti, Arab-Terj History, (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2014), hal. 319.

Islam, sains dan sains tidak memiliki kontradiksi. Alquran sebagai sumber utama Islam mengedepankan ilmu pengetahuan sekaligus dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Sehingga komunitas muslim secara aktif mengembangkan berbagai jenis beasiswa. Salah satu ilmu yang banyak dikembangkan adalah ilmu kedokteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *